Nduga – Bupati Nduga Namia GwiJangge Menggelar rapat bersama Unsur pimpinan TNI-Polri dalam rangka membahas situasi keamanan paska pembunuhan 11 warga sipil pada hari Sabtu lalu. Rapat ini di gelar di kediamanya, yang dihadiri oleh Kapolres Nduga AKBP Rio Alexander Panelewen,S.IK, Letkol Inf.Kemas Muh.Noval Danyon 431/SSP, AKBP Muari,S.IK,SH,MH (Dansektor Preventif Satgas Ops Damai Cartenz) dan Iptu Bernadus H.Ick (Kabag Ops), Kamis 921/7/22).
Diawal arahanya, Bupati Nduga Namia Gwijangge mengucapkan Terima kasih kepada TNI-Polri yang sudah menjaga keamanan di wilayah Kab.Nduga mulai dari penanganan paska konflik pada hari sabtu kemarin. Pihaknya juga sangat medukung pihak keamanan untuk membantu para pedagang terkait dengan mobilisasi logistik berupa bama dari arah batas batu menuju Distrik Kenyam.
“Saya akan berusaha membantu dan tidak membebani para pedagang, kami juga siapkan anggaran untuk hal ini. Kami Apresiasi luar biasa yang bapak kapolres mengambil langkah-langkah dan inisiatif ini,”ungkap Namia.
Selain itu, Bupati juga menuturkan bahwa beberapa waktu dekat akan ada beberapa bantuan logistik termasuk mesin genset baru 2 (dua) unit yang akan digunakan untuk membantu penerangan dan kebutuhan lainnya di Kabupaten Nduga selama 24 jam.
“Kita harus bersama-sama mengantisipasi dan menjaga keamanan pasca penyerangan KKB dan juga menjelang HUT Proklamasi di wilayah Kab.Nduga,”imbuh Namia.
Disamping itu dengan adanya kejadian penyerangan kemarin, hal ini berdampak terhadap masyarakat Wosak, Gearek, Kenyam yang ada di sekitar Yosoma dan Nogolait yang resah dan trauma, sehingga mereka mengamankan diri ke arah Kota kenyam untuk sementara waktu. Dirinya merencanakan pada hari Jumat dan Sabtu nanti akan mengumpulkan dan mengembalikan mereka ke tempat tinggal mereka.
“Kita harus kerja keras dan saling membantu, saya akan mendukung penambahan Aparat kemananan TNI-Polri kedepan apabila di perlukan,”tegas Namia Gwijangge, Bupati Nduga.
Disisi lain, Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz II Kombes Pol Drs Ahmad Mustofa Kamal, SH mengatakan bahwa rapat tersebut bentuk kerjasama yang baik antar instansi terkait dalam upaya menjaga sitkamtibmas kondusif di Kabupaten Nduga. Secara tegas Pemerintah Nduga akan mendukung penuh penindakan hukum yang akan di lakukan oleh aparat keamanan TNI-Polri.
“iya, pasca penyerangan KKB sedikitnya bisa berdampak negatif terhadapan kemanan dan perekonomian di wilayah tersebut. Ya kita harap semuanya bisa berjalan maksimal, berkat koordinasi yang baik khususnya dalam menjaga kamtibmas di Kabupaten Nduga serta mengantisipasi adanya kelangkaan Bahan Makanan pasca penyerangan KKB,”tutup Kasatgas.
