JAMBI – Guna mencegah sekaligus mengantisipasi terjadinya gangguan Kamtibmas saat kenaikan inflasi di Provinsi Jambi, Kapolda Jambi Irjen Pol A Rachmad Wibowo, S.I.K menggelar rapat internal bersama Kepala Bank BI Perwakilan Jambi dan Sekertaris Daerah Jambi beserta Pimpinan Kabupaten dan Kota Jambi melalui Zoom Meeting, Minggu, (04/09/2022).
Pada pelaksanaan rapat tersebut diikuti oleh Wakapolda Jambi, Brigjen Pol Drs. Yudawan Roswinarso, S.H.,M.H beserta Para Pejabat Utama Polda Jambi, Sekda Provinsi Jambi H. Sudirman, Kasrem 042/Gapu, Para Bupati Se-Provinsi Jambi, Para Dandim Jajaran Korem 042/Gapu, Para Kapolres dan Kapolresta Jajaran Polda Jambi, Kesbangpol Kabupaten Kota Se- Provinsi Jambi dan perwakilan kelompok Mahasiswa Cipayung.
Kapolda Jambi Irjen Pol A Rachmad Wibowo, S.I.K, melalau Kabid Humas Kombes Pol Mulia Prianto, S.,Sos.,S.I.K, menyebutkan, bahwa pelaksanaan rapat tersebut diselenggarakan oleh Kapolda Jambi guna berkoordinasi terkait adanya inflasi dan kenaikan BBM serta memberikan arahan terkait langkah-langkah penanganan jika terjadi gangguan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) di Provinsi Jambi.
” Pada rapat tersebut Kapolda Jambi menyampaikan kepada seluruh Pimpinan Pemerintah Daerah, Kapolres dan Dandim untuk dapat bersama-sama membantu memitigasi permasalahan kenaikan BBM yang menyebabkan kenaikan inflasi terutama di Provinsi Jambi “, ucap Kabid Humas Kombes Pol Mulia Prianto, S.,Sos.,S.I.K.
Lebih dalam dijelaskan oleh Kabid Humas, Kapolda Jambi memberikan beberapa rekomendasi terkait penanganan kenaikan harga BBM yaitu, 1) Pemerintah Provinsi Jambi segera memutuskan pelaksanaan Operasi Pasar dengan menentukan HET (Melalui Surat Edaran) kemudian melakukan kerjasama dengan Badan Pangan Nasional serta BULOG, 2) Pemerintah diharapkan mengeluarkan Surat Edaran kepada seluruh pengelola SPBU untuk tidak menjual BBM bersubsidi secara langsir yang berpotensi disalahgunakan
” Ketiga, Kapolda berharap pemerintah daerah melalui kepala Desa/Lurah dapat mengeluarkan surat pengantar kepada masyarakat yang berhak mendapatkan BBM bersubsidi dan keempat, Kepada para Kapolres dan Kapolresta dan Dandim Se-Provinsi Jambi bersama Kesbangpol berkoordinasi dan audensi bersama kelompok elemen masyarakat yang menolak penyesuaian harga BBM bersubsidi “, jelas Kapolda Jambi melalui Kabid Humas.
Dikatakan pula oleh perwira menengah Tiga melati dibahu ini, jika ada unjuk rasa dari mahasiswa maupun kelompok masyarakat lainnya agar diterima, supaya tidak ada benturan. dan Polri akan hadir untuk menjaga keselamatan, keamanan selama terjadinya unjuk rasa.
” Kapolda Jambi juga memberi arahan agar saat unjuk rasa tetap kondusif, lakukan langkah Preemtif dan Preventive, Langkah Preemtif dengan cara berkoordinasi dan langkah Preventiv melakukan mitigasi, diharapkan dengan begitu dapat sama-sama memahami dalam rangka transpantrasi penanganan inflasi “, ungkapnya.
Alumnus Akpol 97 ini juga menuturkan, bahwa pada rapat tersebut juga disampaikan oleh Sekda Provinsi Jambi bahwa pihak pemerintah akan mengeluarkan surat untuk di 3 Kabupaten yaitu : Kota Jambi, Kabupaten Bungo dan Provinsi Jambi untuk membeli beras premium dan medium dalam rangka mendobrak agar tidak terjadi inflasi kembali.
” Pemprov Jambi juga akan mengalokasikan dana sebesar Rp 100 Juta yang akan didistribusikan ke Desa/Kelurahan, dan akan dibuatkan surat penanganan untuk kemiskinan. Kemudian juga ada khusus untuk 164 Kelurahan yang dialokasikan dana 100 juta, untuk ketentuan 50% inflasi, 50% kemiskinan, dalam rangka penanganan inflasi “, ujarnya.
” Dengan berbagai penjelasan dan langkah-langkah penangan yang akan dilakukan oleh Pemerintah, diharapkan masyarakat dapat tetap tenang dan berikan aspirasi yang membangun jangan sampai melakukan perbuatan yang anarkis, kita jaga Provinsi Jambi agar sama-sama tidak ada gejolak Kamtibmas sehingga tetap aman dan kondusif “, Tutup Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol Mulia Prianto, S.,Sos.,S.I.K.
