JAKARTA – Premanisme di era digital penipuan, fitnah, hoak dan upaya pembodohan menjadi senjata mengadu domba dengan hembusan kebencian untuk membunuh karakter.
Pola pola premanisme di era digital bagai pasar tawar menawar untuk harga kebencian yang ditaburkan.
Era digital muncul berbagai kejahatan baru dengan hembusan kebencian apapun alasannya berdampak penumpulan daya nalar, memprovokasi, menipu, membodoh bodohi publik yang kontra produktif.
Di era digital, operasi intelejen media menjadi alat propaganda dan serangan serangan yang mengobok obok opini publik dengan berbagai pembenarannya, dimana mana Akun akun bodong menjadi jalur jalur premanisme di era digital.
Peretasan data maupun pembajakan akun pribadi atau publik merupakan kejahatan yang menyesatkan dan merusak keteraturan di dunia virtual.
Artikel Karya Kalemdiklat Polri Komjen Pol Prof. Dr. Chryshnanda Dwilaksana, M.Si.





