CDL: Rendah Literasi Menjadi Beban Birokrasi

oleh -282,844 views
oleh

JAKARTA – Birokrasi rendah literasi menjadi beban birokrasi dan membuat sistem korup pendekatan personal meraja lela.

 

Birokrasi yang rendah literasi akan cenderung pokoknya tugas dan lalai tugas pokoknya. Yang dibangun model patrimonial dengan pendekatan personal.

 

Pelayanan publiknya sarat dengan konflik kepentingan dan menjadi peluang untuk adanya penyimpangan dan penyalahgunaan kewenangan.

 

Diskresi birokrasi bagai sabdo pandita ratu yang sarat dengan tekanan dan penekanan yang otoriter. Semua seakan diambil alih urusan personal dicampur aduk dalam urusan profesi sehingga yang dihasilkan kaum penjilat yang mudah diakali dan kerjanya akal akalan.

 

Birokrasi yang rendah literasi, orientasinya bukan pada orientasi kerja atau melayani masyarakatnya melainkan pada bagaimana menguasai pada posisi posisi yang dianggap strategis (Punya wilayah, kewenangan, upaya paksa, perijinan, penggunaan sumber daya, kontroling and auditing).

 

Birokrasi rendah literasi, apa yang dipikirkan ada pada kewenangan, kekuasaan, yang bukan untuk melayani rakyatnya melainkan sebatas menyenang menyenangkan ndoronya.

Hal tersebut terus terbawa sampai ke golongan tinggi pun masih hobi menakut nakuti dan gampang ditakut takuti.

Birokrasi literasi rendah kinerjanya pokoknya tugas jauh dari profesional, cenderung menjadi KKN. Pendekatan personal dalam birokrasi patrimonial akan terus dibangun klik (Clique).

Kaum old mind yang rendah literasi biasanya mendominasi dan mati matian mempertahankan status quo karena mereka takut kehilangan hak istimewanya.

 

Artikel Tulisan Karya Kalemdiklat Polri, Komjen Pol. Prof. Dr. Chryshnanda Dwilaksana, M.Si.