SUKABUMI – Sekolah Inspektur Polisi (SIP) Angkatan 54 Gelombang 2 menggelar seminar nasional bertajuk “Polisi Bersama Rakyat Menjaga Negeri”. bertempat di Gedung Anton Soejarwo, Setukpa Lemdiklat Polri, Kota Sukabumi, Jawa Barat Selasa (07/10/2025).
Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan identitas Sukabumi sebagai Kota Polisi, yang menegaskan peran historis dan strategis Sukabumi sebagai pusat pendidikan kepolisian di Indonesia.
Seminar yang digelar tersebut menghadirkan narasumber utama, yaitu Kalemdiklat Polri, Komjen Pol. Prof. Dr. Chryshnanda Dwilaksana, M.Si. di dampingi Kabid Pengsos Setukpa, Kombes Pol. Dr. Ernesto Saiser, S.H., S.IK., M.H. Akademisi dan pengamat kebijakan publik, Dr. Asep Deni, CQM, MM. serta Penulis sejarah dan ketua tim ahli cagar budaya, Irman Firmansyah, S.Sos., M.M.
Selain itu juga di ikuti Para Pejabat Utama Lemdiklat Polri, Kasatdik, Forkopimda Kota Sukabumi, tokoh masyarakat, akademisi, mahasiswa, serta seluruh peserta didik SIP 54 Gelombang II T.A. 2025. Dan jajaran Lemdiklat Polri, serta Ka SPN Se Indonesia melalui zoom meeting.
Dalam sambutannya, Kalemdiklat Polri Komjen Pol. Prof. Dr. Chryshnanda Dwilaksana, M.Si. menegaskan bahwa hakikat kepolisian bukan sekadar profesi, melainkan panggilan moral dan kemanusiaan.
“ Polisi bukan hanya simbol kekuasaan, tetapi penjaga harapan dan kemanusiaan. Polri dan rakyat adalah dua kekuatan yang tidak dapat dipisahkan dalam menjaga keutuhan negeri ,” ujarnya.
Dirinya juga menjelaskan bahwa konsep Polisi Baik menjadi inti dalam membangun Polri yang modern, profesional, dan humanis.
” Tidak sulit untuk menjadi baik dan menjalankan yang benar ,” kutipnya dari pemikiran Frans Magnis Suseno.
Jenderal Polisi bintang tiga di pundak itu menambahkan bahwa pemolisian yang efektif harus dikembangkan melalui tiga pendekatan utama, yaitu pemolisian berbasis wilayah, berbasis fungsi, dan berbasis dampak atau masalah. Tidak cuma itu, ia menekankan pentingnya penguatan sumber daya manusia sebagai aset utama organisasi.
“ Melalui pendidikan dan pelatihan berkelanjutan, Polri diharapkan menjadi institusi yang dipercaya rakyat dan berkarakter kemanusiaan ,” tegasnya.
Seminar juga menyoroti upaya Pemerintah Kota Sukabumi dalam memperkuat identitas Sukabumi Kota Polisi sebagai simbol kebersamaan antara Polri dan masyarakat.
Sementara itu, Danmen SIP Angkatan 54 Gelombang 2, Agung mengatakan kegiatan ini merupakan mengenal kembali sejarah kepolisian di Sukabumi.
