Film Autopsy: Dead Body Can Talk Resmi Diluncurkan, Angkat Kisah Nyata Dokter Forensik Polri

oleh -209 views
oleh

JAKARTA – Industri perfilman Indonesia kembali diramaikan dengan peluncuran film terbaru bergenre crime-thriller berjudul Autopsy: Dead Body Can Talk. Film ini menjanjikan pengalaman menonton yang mendebarkan sekaligus informatif, karena mengangkat kisah nyata dari seorang dokter forensik di Kepolisian Republik Indonesia (Polri).

 

Dimana Film Autopsy Dead Body Can Talk tersebut resmi diluncurkan pada, Sabtu(29/11/2025) bertempat di Gedung Bakti Dharma Waspada STIK Lemdiklat Polri Jakarta Selatan. Film ini mengangkat kisah perjalanan nyata seorang dokter forensik Polri yang juga dikenal luas di dunia penyidikan ilmiah, yaitu Brigjen Pol. Dr. dr. Sumy Hastry Purwanti, D.F.M.,Sp.F.

 

Diproduksi oleh PT RINS Prime Entertainment bekerja sama dengan PT Karya Kreatif Utama, film ini menggabungkan pendekatan scientific crime investigation dengan pengalaman supranatural yang dialami sang dokter forensik sepanjang penanganan berbagai kasus kematian tidak wajar

 

Selain itu, Film Autopsy: Dead Body Can Talk berkisah tentang Dr. Sumy Hastry seorang dokter forensik yang tajam, tenang, dan berpengalaman menangani kasus-kasus pembunuhan viral di Indonesia. Dalam film ini, pengalaman empiris kedokteran forensik dipadukan dengan intuisi dan fenomena supranatural yang menjadi bagian perjalanan panjangnya.

 

Direktur PT RINS Prime Entertainment, Rina Laurentia Sindhunata, menyebut film ini dibuat dengan tujuan menghibur sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya autopsi dalam pembuktian ilmiah sebuah tindak pidana.

 

Dimana Film ini diperankan oleh deretan aktor ternama, di antaranya Masayu Anastasia sebagai Dr. Sumy Hastry, Samuel Rizal, Ge Pamungkas, Rifnu Wakana, Ryuka Bunga, serta sejumlah aktor pendukung lainnya.

 

Dalam doorstop launching film, Brigjen Pol Dr. dr. Sumy Hastry mengaku tidak menyangka perjalanan kariernya akan diadaptasi menjadi film layar lebar.

 

“ Pertama kali diberitahu Mbak Rina, saya kaget dan nggak percaya. Saya sering dipanggil podcast, tapi tidak pernah terpikirkan untuk difilmkan ,” ujarnya.

 

Hastry juga mengungkap bahwa film ini merekam alasan awal dirinya memilih menjadi dokter spesialis forensik, sebuah langkah yang dulu dianggap tidak lazim bagi seorang Polwan.

 

“ Waktu itu belum ada dokter Polisi Wanita yang menjadi dokter forensik. Saya dianggap cewek aneh ,” tuturnya sambil tersenyum.

 

Jenderal Polisi Wanita bintang satu di pundak itu menambahkan. semua yang nanti diceritakan di film adalah perjalanan awal saya masuk dunia forensik sampai akhirnya belajar terus hingga S3.

 

Dirinya berharap film ini dapat membuka wawasan publik mengenai dunia forensik dan peran Polisi dalam mengungkap kejahatan yang berkaitan dengan tubuh manusia.

 

“ Harapan saya, film ini untuk edukasi. Masyarakat bisa tahu bahwa tugas polisi itu seperti ini mengungkap kasus secara ilmiah, memburu pelaku, dan tidak pernah berhenti bekerja ,” tegasnya.

 

Sementara itu, AKBP Rina Sry Nirwana Tarigan, S.I.K., yang turut terlibat dalam proses produksi, menjelaskan pendekatan unik film ini sebagai horor forensik yang berakar dari kisah nyata.

 

“ Kalau Film horor itu banyak, tapi kalau yang Based on true event, itu lebih menggugah masyarakat ,” ungkapnya.

 

Ia menegaskan bahwa film ini menggunakan sudut pandang langsung dari pengalaman Dokter Hastry.

 

“ Semua kita lihat dari POV beliau ketika melihat jenazah, menemukan kasus, dan bagaimana beliau menyikapinya ,” katanya.

 

Rina juga membahas tantangan teknis dalam penggarapan adegan-adegan forensik, mulai dari cara memotong tubuh hingga detail darah dalam berbagai kondisi.

 

“ Ada training singkat tentang forensik. Ibu menyediakan konsultan yang membantu tim prostetik agar darahnya, cara memotongnya, semuanya akurat ,” jelasnya. Supernatural yang muncul bukan dibuat-buat. Itu based on her story .” terangnya.

 

Sinopsis film menggambarkan bagaimana seorang dokter forensik memadukan sains kedokteran forensik dengan intuisi yang tumbuh seiring panjangnya pengalaman sebuah perjalanan yang menyibak sisi lain penyelidikan ilmiah.

 

” Dalam cerita, tokoh pendukung seperti Mojo sang asisten, Yatna sang dokumentalis, serta penyidik Rendra turut memperkuat dinamika penyidikan yang mencampurkan realitas dan intuisi dalam mengungkap kebenaran “, tutupnya.