JAMBI – Dalam upaya mempersiapkan diri menghadapi berbagai tantangan yang diprediksi terjadi tahun ini, Kepolisian Daerah (Polda) Jambi menggelar Apel Kesiapsiagaan Dalam Rangka Penanggulangan Bencana Karhutla dan Pengendalian Massa di Provinsi Jambi tahun 2026, yang di pimpin langsung oleh Kapolda Jambi, Irjen Pol. Krisno H Siregar, bertempat di lapangan hijau Mapolresta Jambi, Rabu (22/04/2026).
Tidak cuma itu. Kegiatan Apel ini di ikuti oleh Wakapolda Jambi, Brigjen Pol. Benny Ali, S.H.,S.I.K., Wakil Gubernur Jambi, K.H. Abdullah Sani, S.Pd.I.,M.Pd. yang mewakili Danrem 042/Gapu, Kapolresta, Kombes Pol. Boy Sutan Binanga Siregar, S.I.K.,M.H. serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) berikut Para Pejabat Utama (PJU) Polda dan Polresta Jambi. dengan fokus utama pada penanggulangan dampak El Nino, antisipasi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta pengendalian massa tahun 2026.
Apel ini digelar sebagai bentuk komitmen dan konsolidasi kekuatan seluruh elemen terkait, mengingat prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyatakan bahwa fenomena El Nino akan mulai terasa sejak Juni 2026, meningkat pada Juli, dan mencapai puncaknya pada Agustus hingga September. Fenomena ini diprediksi membawa dampak berupa musim kemarau yang lebih panjang dan kering, sehingga meningkatkan risiko terjadinya karhutla, kekeringan.
Sehingga diperlukan kewaspadaan terhadap peningkatan hotspot.
Selain itu, kesiapan dalam pengendalian massa juga menjadi prioritas untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.
Dalam amanatnya, Kapolda Jambi, Irjen Pol. Krisno H Siregar. menekankan bahwa penanggulangan berbagai ancaman ini tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan sinergi yang kuat dan terpadu antar lintas sektor.
” Kita harus menyatukan langkah, sumber daya, dan tekad untuk melindungi masyarakat dan wilayah dari dampak buruk yang mungkin terjadi. Setiap instansi memiliki peran penting, dan koordinasi yang baik adalah kunci keberhasilan ,” ujar Kapolda.
Selain itu, Kapolda juga menegaskan pentingnya langkah preventif yang maksimal, mulai dari deteksi dini, patroli rutin di wilayah rawan, hingga sosialisasi kepada masyarakat tentang bahaya karhutla dan cara pencegahannya. Selain itu, kesiapan peralatan, personel, dan logistik juga dipastikan dalam kondisi prima untuk dapat merespons setiap situasi dengan cepat dan efektif. Dalam hal pengendalian massa, diarahkan agar pelaksanaannya tetap berpegang pada prinsip humanis, tegas, persuasif dan sesuai dengan aturan yang berlaku.
Kegiatan apel ini juga dihadiri oleh perwakilan dari berbagai instansi terkait seperti BPBD, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kesehatan, TNI, hingga relawan peduli lingkungan. Kehadiran mereka menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga keselamatan dan kesejahteraan masyarakat Jambi.
Usai kegiatan berlangsung, Kapolresta Jambi, Kombes Pol. Boy Sutan Binanga Siregar, S.I.K.,M.H. yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyatakan kesiapannya untuk melaksanakan instruksi dari Kapolda Jambi.
” Kami akan memaksimalkan peran serta jajaran Polresta Jambi dalam upaya pencegahan dan penanganan karhutla. Kami akan bekerja sama dengan semua pihak terkait untuk menjaga wilayah kita dari ancaman kebakaran. dan Melalui pelaksanaan apel ini menunjukkan komitmen bersama dalam menghadapi tantangan iklim dan bencana yang mungkin terjadi “, katanya.
Orang nomor satu di Polresta Jambi itu juga mengajak seluruh elemen masyarakat dan pihak terkait untuk bersinergi dalam mengantisipasi dampak El Nino dan karhutla. Ia menegaskan bahwa kesiapsiagaan daerah menjadi kunci utama dalam menekan dampak yang ditimbulkan, baik terhadap lingkungan, kesehatan masyarakat, maupun ketersediaan sumber daya air.
Selanjutnya, Kapolresta Jambi, Kombes Pol. Boy Sutan Binanga Siregar menambahkan. Melalui Apel siaga ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjaga keamanan, keselamatan, dan kesejahteraan masyarakat Provinsi Jambi dari ancaman bencana yang mungkin terjadi akibat perubahan iklim.
” Dengan kesiapan yang matang dan kerja sama yang solid, diharapkan dampak negatif dari El Nino dan karhutla dapat diminimalkan seefektif mungkin “, tutupnya.







