JAKARTA – Sosok Jenderal Polisi Purn. Hoegeng Imam Santoso dapat dikatakan sebagai role model gerakan moral Kepolisian dalam menjalankan tugas dan fungsinya.
Yang mana sosok Jenderal Purn. Hoegeng Imam Santoso ini amat dikenal sebagai seorang Polisi yang bersih, sederhana, jujur, tidak memiliki banyak uang, tidak gila harta maupun jabatan, dan anti gratifikasi.
Selain itu, gerakan moral merupakan manifestasi kebijaksanaan, karakter, dan integritas Hoegeng yang bermanfaat bagi seluruh anggota Kepolisian maupun aparat Pemerintah pada umumnya agar dapat dijadikan teladan dan selanjutnya diimplementasikan dalam pelaksanaan tugas.
Bukan hanya itu, sosok Jenderal Polisi Hoegeng juga mewarisi sifat dari orang tuanya dalam hal kejujuran. Dimana Hoegeng menolak jabatan sebagai Duta Besar di Belgia dan memilih mengundurkan diri dari Jabatan Kapolri pada 02 Oktober 1971.
Menurut Kasespim Lemdiklat Polri, Irjen. Pol. Prof. Dr. Chryshnanda Dwilaksana, M.Si, ada Point tauladan dari sosok Jenderal Polisi Hoegeng Imam Santoso, yang dapat kita ambil, dimana sosok tersebut merupakan orang baik dan orang penting.
1. Menginspirasi dari pikiran perkataan dan perbuatannya.
2. Konsisten dengan komitmennya memegang teguh imannya yang Sentosa.
3. Pendidikan dalam keluarga, sekolah dan lingkungan yang membentuk karakternya.
4. Pecinta seni Lukis, musik, public speaking.
5. Mencintai dan bangga sebagai Polisi, pelopor di bidang road safety, petugas profesional dalam Reserse maupun Intelijen.
6. Menjalankan keutamaan sebagai seorang Polisi bagi: kemanusiaan, keteraturan sosial, peradaban.
7. Sikap dan implementasi anti korupsi dalam hidup dan kehidupannya sebagai polisi maupun di dalam keluarga. Bekerja dengan sikap tulus, jujur, baik dan benar.
8. Tegar dengan sikapnya yang didukung oleh keluarganya walau lingkungan menggerus dan memberi tekanan berat sekalipun.
9. Tetap bersahaja walau dipensiun-dinikan pada usia 49 tahun.
Hal itu juga diungkapkan oleh Kasespim Lemdiklat Polri, Irjen Pol. Prof. Dr. Chryshnanda Dwi Laksana, M.Si, pada acara Resilient Leader Podcast berjudul : Pitutur Hoegeng Bertutur, yang digelar pada tanggal 9 Februari 2024 di Pasar Seni Ancol.
Jenderal Polisi pencinta seni budaya tersebut menyampaikan bahwa spiritualitas dan keteladanan Hoegeng masih sangat relevan sampai saat ini, khususnya inisiatif antikorupsi, kesederhanaan dan keutamaan menjadi seorang Polisi. Juga Pikiran, perkataan dan perbuatan Hoegeng juga menunjukkan kecintaan dan kebanggaan anak bangsa sebagai seorang Polisi.
Selain itu di acara yang dimoderatori oleh Serdik Sespimti Polri Dikreg-33 Jean Calvijn Simanjuntak tersebut, Kasespim Lemdiklat Polri, Irjen Pol. Prof. Dr. Chryhnanda Dwi Laksana, M.Si juga Mengungkapkan. ” Bahwa sosok Jenderal Polisi Purn. Hoegeng Imam Santoso bukan Superman, melainkan orang biasa yang mempunyai integritas, tidak memikirkan pangkat, jabatan, kekayaan atau memperkaya diri. Dia menjalankan jabatannya dengan kejujuran dan ketulusan “, Tandasnya.
Serdik Sespimti Polri Dikreg-33 Jean Calvijn Simanjuntak, mengatakan. Banyak sekali hal yang dapat dipetik dan diimplementasikan dalam kehidupan masa kini dari teladan Jenderal Polisi Purn. Hoegeng Imam Santoso. sebagaimana yang telah disampaikan oleh Bapak Kasespim Lemdiklat Polri Irjen Pol. Prof. Dr. Chryshnanda Dwi Laksana, M.Si. terutama moralitas yang di dalamnya ada integritas dan karakter yang kuat, anti Korupsi, Kolusi, Nepostime (KKN).
” Dari sosok Jenderal Polisi Hoegeng, kita juga dapat belajar tentang cinta tanah air, menjalankan tugas dengan kejujuran, ketulusan serta penuh pengorbanan “, ujar Serdik Jean Calvijn Simanjuntak, pada Jumat (16/02/2024).
Perwira Menengah Polri, tiga melati dibahu itu juga mengatakan. Hal yang tidak kalah penting adalah pelaksanaan tugas yang dilakukan dengan kejujuran sangat diperlukan dukungan dari keluarga, baik istri/suami, anak-anak, maupun orang tua.
” Dari sosok Jenderal Hoegeng mengajarkan kepada kita agar berani mendidik dan membawa keluarga untuk hidup sederhana, mencukupkan diri dengan apa yang dimiliki, serta tidak mencari kekayaan dengan menghalalkan segala cara. Serta dari beliau kita dapat juga belajar untuk berani menolak setiap gratifikasi dalam bentuk apapun, tidak menyalahgunakan kewenangan dan jabatan “, terang Serdik Jean Calvijn.
Dalam hal memimpin, Hoegeng memberikan teladan yang sangat penting. ” Yaitu Leaderhsip yang melayani dan merakyat dengan turun langsung ke masyarakat, sebagaimana ditunjukkan ketika secara langsung turun menyamar dalam mengungkap kasus narkotika dan mengatur lalu lintas serta sosialisasi penggunaan helm bagi pengendara motor “, tutup Serdik Jean Calvijn Simanjuntak.
