LEMBANG – Pemimpin sejati memiliki passion sebagai Kusuma Bangsa, Patriot, Senopati, Pemimpin dan Teladan dalam Spiritual maupun Keimanan dan Kepanjangan Tangan Tuhan.
Pemimpin itu memahami bukan minta dipahami. Pemimpin itu rendah hati, pemaaf dan guru yang menginspirasi, memotivasi, memberi solusi bahkan menjadi sumber enerji.
Selain itu Pemimpin tidak boleh cengeng. Cengeng dalam konteks ini terefleksi dari pikiran, perkataan dan perbuatan : Mencela, Menyalahkan, Mengeluh, Minta dipahami, Mudah tersinggung, Menyimpan Dendam dan Amarah, Jumawa, Tamak, Menuntut ini itu, Tiada Rasa Syukur dan masih banyak lagi.
771Sang Pemimpin passion menjadi kekuatannya. Passion di sini dipahami atas tekad dan keyakinannya akan keutamaan yang akan dicapai, tahan menderita, dan berani menghadapi segala tantangan maupun pemderitaan dengan bangga, gembira dan penuh rasa cinta.
Passion Sang Pemimpin dapat dilihat dari Pikiran dan Perbuatannya :
1.Membangun dan menumbuhkembangkan Literasi.
2.Kebijakannya Bijaksana.
3.Menginspirasi.
4.Memotivasi.
5.Memberi Solusi.
6.Mengajarkan Kebaikan dan Perbaikan.
7.Berani Menyampaikan akan hal hal yang Baik dan Benar.
8.Memiliki Komitmen, Integritas, Kompetensi dan Keunggulan.
9.Berpikir Proaktif dan problem solving.
10.Kreatif dan Inovatif serta Produktif.
11.Belajar dari Kesalahan.
12.Siap di Masa Kini.
13.Mampu menyiapkan Masa Depan yang lebih baik.
Tidak hanya itu, Pemimpin anti untuk cengeng, karena sikap cengeng menunjukan produk hutang budi, karbitan dan akan gampang menjadi jumawa, tamak dan amarah.
Tegal Parang 120524
