Komjen Pol Chryshnanda Dwilaksana: Lemdiklat Polri Dituntut Mampu Berwibawa dan Menunjukkan Kualitas dalam Penyelenggaraan Pendidikan

oleh -1,935,416 views
oleh

JAKARTA – Lembaga pendidikan dan pelatihan (Lemdiklat) Polri dituntut mampu berwibawa dan menunjukkan kualitasnya dalam penyelenggaraan pendidikan atau proses belajar dengan baik dan benar.

Dimana Para dosen atau Guru sebagai pilar lembaga pendidikan dan pelatihan Polri harus berkualitas dan memiliki kompetensi serta mampu memotivasi mahasiswa berani kreatif dan mengajarkan cara berpikir yang proaktif problem solving untuk menemukan sesuatu kebaruan dan melakukan pembaruan.

Selain itu Dosen ataupun guru Lemdiklat Polri, harus mampu menjadi teladan dan didudukkan porsinya sebagai ikon pembangun peradaban, yang mencerdaskan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Fasilitas pendidikan di era digital mendorong Lemdiklat Polri untuk membangun kampus modern berbasis smart campus.

Dengan membuat sistem back office, application dan net work yang mampu memberikan dukungan pendidikan secara virtual. ada literasi ada sistem coaching, sistem diskusi dan belajar secara virtual serta ada sistem pengawasan atau kontrol yang mampu menghandle semua kegiatan belajar mengajar secara aktual maupun virtual.

Tidak hanya itu, Lemdiklat Polri juga turut membangun Kampus Integritas, Kampus Unggul dan Kampus Hijau, serta membangun forum diskusi sebagai basis dialog peradaban dalam mengkaji dan mengembangkan ilmu ilmu kepolisian dalam berbagai stratanya.

Proses belajar mengajar di Lemdiklat Polri berbasis pada, keilmuan, pemahaman dan pengembangan teoritik dan konseptual, studi kasus , problem solving, pemikiran yang berkaitan kebaruan dan pembaruan.

Setiap satuan pendidikan di Lemdiklat Polri membangun ikatan alumni sebagai wadah dialog dalam membangun jejaring sosial maupun pengembangan ilmu pengetahuan, juga untuk penguatan lembaga pendidikan.

Lemdiklat Polri mengembangkan publikasi proses pengajarannya ke berbagai media yang dapat dijadikan referensi dan literasi aktual maupun secara online.

Juga Lemdiklat Polri dalam proses pembelajarannya aktif dalam kegiatan forum akademis nasional maupun internasional, bench mark seminar workshop dan studi / kajian nasional maupun internasional.

Smart campus pada Lemdiklat Polri mendukung pembelajaran khususnya pada pemolisian maupun pelayanan publik agar mendapat kepercayaan publik setidaknya hasil didiknya mampu:

1. Sebagai petugas polisi yang profesional (Ahli).

2. Pikiran, perkataan dan perbuatan serta kebijakannya cerdas (Kreatif atau Inovatif).

3. Apa yang dilakukan sebagai pemimpin moralitas ditunjukan dalam upaya membangun kesadaran, tanggung jawab dan disiplin.

4. Visioner dan modern yang ditunjukan mau dan mampu melakukan perubahan yang dinamis .

5. Kebijakan yang dilakukan menunjukan sebagai langkah langkah anti korupsi.

6. Dalam menjalankan kewenangan, tugas dan tanggung jawab transparan yaitu terukur dan jelas pencapaiannya.

7. Pelaksanaan tugasnya akuntabel dapat dipertanggungjawabkan secara moral, hukum, administrasi, fungsional dan sosial.

8. Kebijakannya berbasis data dan informatif yang menuju pada one stop service berbasis pada sistem big data.

9. Apa yang menjadi pelayanan publik mudah diakses, kapan saja di mana saja.

10. Standar pelayanan publik setidaknya memenuhi unsur cepat, tepat, akurat.

Proses pembelajaran dalam Smart Campus Lemdiklat Polri melalui dialog peradaban untuk mentransformasi, mengkaji dan mengembangkan ilmu kepolisian dalam berbagai model pemolisian untuk :

1. Membangun kemitraan.

2. Memahami.

3. Membimbing maupun mencerahkan.

4. Mencari akar masalah maupun menemukan solusi yang dapat diterima oleh semua pihak.

Smart Campus Lemdiklat Polri dalam berbagai model pemolisiannya dengan pendekatan polisi sebagai Petugas, sebagai Fungsi maupun sebagai Institusi.