Sakit dan Mahalnya Melahirkan Demokrasi

oleh -1,478,427 views
oleh

JAKARTA – “Sakit dan mahalnya melahirkan demokrasi” Tulisan Sindhunata, yang membahas demokrasi di Indonesia pasca 1998 yang ditandai tumbangnya Orde Baru.

Sampai sekarang masih dirasakan betapa sakit bahkan mahalnya melahirkan demokrasi di negeri Ini. Demokrasi dibutuhkan adanya kecerdasan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Tatkala negara ini dikuasai kaum oligarki, hegemoni dalam masyarakat yang majemuk dan tingkat kecerdasan rendah maka akan mudah disetir diprovokasi diadu domba bahkan dihancurkan dari dalam. Karena hukum, kemanusiaan dan keteraturan sosial diinjak injak dan diabaikan.

Suatu negara yang modern menjaga keteraturan sosialnya dengan menjamin keamanan dan rasa aman berdasar Supremasi Hukum dan anti Premanisme, agar warganya dapat beraktifitas dan menghasilkan produksi untuk bertahan hidup, tumbuh dan berkembang.

Di situlah kepolisian dibangun dan di tumbuh kembangkan dengan berbagai model pemolisiannya untuk dapat mewujudkan keteraturan sosial, menegakan hukum dan keadilan dengan tetap memberikan jaminan dan perlindungan HAM.

Mereformasi birokrasi bagaikan putri duyung yang mendamba ekornya dapat menjadi kaki manusia untuk bersatu dengan sang kekasih hatinya. Dambaan itu bukanlah hal mudah bahkan juga tidak murah.

Premanisme, kaum oligarki, menggunakan hegemoninya mempertahankan status quo. Tak ada kecintaan dan kebanggaan, melacurkan demi kepentingan pribadi dan kroni.

Di dalam birokrasi kaum waras berjuang demi idealisnya menginginkan perubahan, perbaikan dan menjalankan keutamaannya.

Birokrasi bisa diibaratkan putri duyung. Kaum idealis dikategorikan bagian badan dan kepala manusia.

Adapun lingkungan kebanyakan, kaum oligarki dan premanisme birokrasi, kelompok status quo, kelompok aman dan nyaman dianalogikan bagian ekor putri duyung yang mati matian mempertahankan bahkan menyatakan anti atas perubahan.

Artikel Karya Kalemdiklat Polri Komjen Pol Prof. Dr. Chryshnanda Dwilaksana, M.Si.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.