CDL: 10 Point AKPOL Sebagai Kaderisasi Kepolisian di Masa Depan

oleh -1,153,385 views
oleh

JAKARTA – Kebijakkan pimpinan sebagai political will mendukung perwujudan visi misi dan cita-cita Akpol sebagai lembaga pendidikan bagi perwira Polri dan kaderisasi calon pimpinan Polri di masa depan yang Profesional, Cerdas, Bermoral dan Modern.

Pemimpin yang Transformatif untuk memanage sistem pendidikan, pelatihan, dan pengasuhan serta menjadi role model atau ikon Polisi yang Profesional, Cerdas, Bermoral dan Modern.

Dukungan infrastruktur dan sistem-sistem pendidikan dan latihan yang visioner modern dengan model-model:

a. Implementasi conventional policing, E policing dan Forensic policing.

b. Penanganan operasi yg bersifat rutin, khusus maupun kontijensi.

c. Studi kasus atas issue issue penting yg terjadi dalam masyarakat.

d. Manajemen media di era post truth.

e. Gangguan keteraturan sosial atas serangan teror dari nuklir, mikro biologi dan kimia dan sebagainya.

f. Pemolisian yang berbasis wilayah, berbasis fungsional dan dampak masalah seperti ideologi politik ekonomi, sosial budaya hingga penanganan konflik-konflik sosial skala besar dalam negeri termasuk terorisme hingga bencana alam.

g. Model-model intelejen dan fungsi teknis kepolisian lainnya.

h. Model kajian dan rekayasa sosial dalam masyarakat yang modern dan demokratis dan sebagainya.

i. Model infrastruktur dan sistem-sistem ini bisa dibangun dalam model laboratorium, simulator dan praktek lapangan yang sesuai konteksnya.

Membangun dan menyiapkan SDM yang profesional sebagai tenaga staf pengajar dan pelatih yang memiliki kualitas sebagai guru mentor dan panutan. Karena guru merupakan Ikon Pendidikan.

Guru menjadi kunci dalam pendidikan dan merupakan tokoh sentral dalam pendidikan untuk mengajarkan, mentransformasi, memotivasi, menginspirasi, mendampingi, menjadi konsultan bagi para taruna untuk memiliki karakter sebagai prajurit patriot yang profesional, yang berbasis pada ilmu kepolisian.

Spiritualitas guru inilah yang hendaknya menjadi acuan dalam pendidikan berkarakter untuk menyadarkan dan menanamkan rasa tanggung jawab, jiwa korsa dan semangat kemanusiaan.

Pendidikan menjadi ikon kejujuran, kebenaran dan keadilan dimana guru- guru adalah para pejuang kemanusiaan.

Program-program pendidikan dan pengasuhan dapat dibangun dalam berbagai model dinamis berbasis pada Ilmu kepolisian:

a. Pola pendidikan yang mencakup akademik secara konsep teoritikal, training untuk skill problem solving (Dengan model-model yang tercakup pada point point dan skenario-skenario melalui sistem-sistem simulasi modern maupun laboratorium serta praktek lapangan) dan penanganan berbagai isu aktual yang terjadi agar para taruna juga memahami dunia luar apa yang menjadi isu aktual. Semua itu dalam pengaturan silabus yang mencakup teoritikal dan model proaktif prediksi, antisipasi dan solusi.

b. Pengasuhan ini sebagai sistem transformasi olah raga dan olah rasa (Religi, seni, tradisi, hobby, komuniti hingga teknologi) model-modelnya dapat disesuaikan secara dinamis. Penerapan art policing pada pembinaan mental fisik dan spiritual.

c. Di samping itu pola mentorship pola coach dibangun pola-pola penanaman budaya kepolisian sehat, edukatif dan visioner dalam membangkitkan jiwa polisi yang Profesional Cerdas Bermoral dan Modern dengan berbasis kesadaran, tanggung jawab dan disiplin.

d. Pola tanggap tanggon trengginas dikembangkan dengan pola-pola visioner modern sebagai pengkaderan pimpinan masa depan.

Sistem belajar mengajar dengan nuansa akademis, nuansa militer yang modern dan nuansa kehidupan yang menjadi ikon peradaban untuk menumbuhkan jiwa-jiwa pemimpin Polri yang PCBM bahkan pemimpin bangsa di masa depan.

Sistem monitoring dan evaluasi prestasi dan berbagai kendala pendidikan atas para anggota tetap, dosen, instruktur, pelatih hingga para taruna secara online dan dalam sistem big data sehingga sistem pendidikan ini fair dan mampu menunjukkan pola pendidikan yang mampu menjadi icon world class education.

Sistem reward and punishment yang berbasis pada sistem-sistem penilaian kinerja atau SOP atau etika taruna yang termaktub dalam peraturan-peraturan Gubernur Akpol atau berbagai peraturan lainnya secara konsisten dan konsekuen.

Sistem pendidikan lanjutan secara nasional maupun internasional pada jenjang akademik, training dan benchmark serta untuk seminar atau berbagai kegiatan simposium nasional maupun internasional.

Pemeliharaan dan perawatan semua aset-aset Akpol:

a. lingkungan kampus dan perkantoran, lingkungan latihan, lingkungan pembinaan-pembinaan olah raga dan olah rasa (Religi, seni, tradisi, hobby, komunitas dan teknologi) dan sebagainya.

b. Pembinaan karier personil Akpol dalam promosi, mutasi dan demosi.

c. Kesejahteraan personil pada asrama dan lain-lain.

d. Infrastruktur sarpras / logistic.

e. Laboratorium Kepolisian.

f. Rumah sakit dan pelayanan kesehatan.

g. Tempat ibadah dan sebagainya.

Artikel Karya Kalemdiklat Polri Komjen Pol Chryshnanda Dwilaksana, M.Si