JAKARTA – Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Lemdiklat) Polri dituntut untuk terus berinovasi dan beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Untuk mencetak anggota Polri yang profesional, modern, dan terpercaya, Lemdiklat Polri harus berani keluar dari zona nyaman. Berikut sepuluh poin penting yang dapat diimplementasikan:
1. Menjadikan sekolah yang berbasis moral.
2. Sekolah bukan mencari ranking atau predikat kelulusan melainkan ada transformasi, tercerahkan dan penuh kebahagiaan sehingga sadar apa yang menjadi keutamaan dalam tugasnya.
3. Cara belajar bukan semata mata menghafal dan menjajakan teori orang melainkan mampu untuk berpikir kreatif, inovatif dalam model berpikir konstruktif atau dekonstruktif, imajinatif, berani membongkar cara mapan, nyaman yang tidak mencerdaskan secara proaktif dan problem solving.
4. Di era digital kelas, guru bukan satu satunya pemegang otoritas ilmu pengetahuan, melainkan menjadi mentoring dalam dialog peradaban yang humanis, kritis, dinamis yang dengan berbagai cara mencerdaskan yang tidak terbelenggu ruang dan waktu.
5. Mendorong keberanian menemukan dan menjalan keutamaan yang terkait bagi : kemanusiaan, keteraturan sosial dan peradaban melalui kurikulum dasar untuk penanaman nilai, kurikulum pokok dikaitkan dengan ilmu kepolisian dan kapita selekta yang dikaitkan dengan isu isu penting yang terjadi dalam masyarakat.
6. Mendidik dan melatih para peserta didik untuk menjadi profesional, cerdas, bermoral dan modern yang mampu menjadi agen perubahan, pelopor bagi kebaikan dan perbaikan, yang tidak cengeng, tidak cari enaknya dan tidak pengecut.
7. Mendidik menjadikan siapa bukan sebatas apa dan bagaimana. Karena pemimpin itu simbol atau ikon bukan sebatas manajer, melalui leader branding.
8. Mendidik kemampuan sebagai pemimpin yang mampu menghadapi fakta brutal dalam kondisi emergency maupun kontijensi.
9. Pendidikan dikembangkan melalui dialog peradaban secara aktual maupun virtual yang tidak terjebak pada hal hal pragmatis maupun seremonial.
10. Sistem ujian dikembangkan dalam suatu debat publik maupun akademik yang dikemas dalam art policing melalui leader expo untuk memamerkan pemikirannya dalam konteks kebaruan dan pembaharuan.
Artikel Tulisan Karya Kalemdiklat Polri Komjen Pol. Prof. Dr. Chryshnanda Dwilaksana, M.Si.




