Pertama Kalinya Ponpes Al-Gurobah Aceh Meriahkan HUT Ke-80 RI

oleh -73,429 views
oleh

ACEH – Dalam rangka memperingati HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Tim Pencegahan Satgaswil Aceh Densus 88 AT Polri menggandeng Yayasan Markaz Al-Gurobah Takengon untuk melaksanakan kegiatan bertajuk Refleksi 80 Tahun Kemerdekaan Indonesia, sebagai bagian dari program nasional Merah Putih Pondok.

 

Satgaswil Densus 88 wilayah Aceh bekerja sama dengan Kemenag Aceh tengah, kegiatan ini tidak hanya menjadi simbol kebangsaan, tetapi juga upaya nyata merangkul kembali pondok pesantren yang sebelumnya mendapat stigma negatif.

 

Acara yang digelar di Kecamatan Bebesan, Aceh Tengah ini dihadiri oleh sekitar 300 orang, terdiri dari santri, wali murid, tokoh masyarakat, serta perwakilan instansi pemerintahan.

 

Dalam sambutannya, Kasatgaswil Densus Aceh Kombes.Pol Fadli widitanto, S.I.K.,S.H.,M.H. melalui Katim Pencegahan Satgaswil Aceh Ipda Said Martunis, S.H. menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Densus 88 AT dalam mendorong pesantren sebagai bagian dari garda terdepan penjaga NKRI.

 

“ Kami mengajak seluruh pimpinan Markaz Al-Gurobah Takengon dan masyarakat sekitar untuk memaknai kemerdekaan ini sebagai bentuk kepedulian kita terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia. Citra positif hanya bisa diraih jika pondok ini benar-benar berkomitmen pada nilai-nilai kebangsaan dan Pancasila ,” ujar Ipda Said, Selasa (19/08/2025).

 

Ia menegaskan bahwa kemerdekaan yang dirasakan saat ini merupakan hasil perjuangan para ulama dan pendiri bangsa, sehingga menjadi kewajiban seluruh elemen bangsa untuk merawatnya melalui semangat Kebhinekaan dan persatuan.

 

Sementara itu, pimpinan Markaz Al-Gurobah Takengon, Ustadz Sayuti Ambia, mengapresiasi kegiatan ini dan menyatakan kesiapan lembaganya untuk menjadi mitra strategis dalam mencegah penyebaran paham intoleransi dan radikalisme berbasis kekerasan (IRET).

 

“ Kita berterima kasih atas kepercayaan dari Tim Pencegahan Densus 88 dan seluruh pihak yang terlibat. Program ini menjadi momentum penting bagi kami untuk terus berbenah, membangun citra positif pesantren, serta berperan aktif dalam menyuarakan bahaya paham IRET ,” tegasnya.

 

Dalam suasana yang hangat dan penuh semangat kemerdekaan, kegiatan ini juga diisi dengan perlombaan antar santri serta penyuluhan ideologi kebangsaan, sebagai bentuk edukasi preventif terhadap potensi paparan paham menyimpang.

 

Kegiatan Merah Putih Pondok ini menjadi contoh sinergi yang baik antara aparat keamanan, institusi pendidikan keagamaan, dan masyarakat dalam memperkuat ketahanan ideologi bangsa di tengah dinamika sosial yang terus berkembang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.