Kapolresta Jambi Sambut Kunker Tim Peneliti Puslitbang Polri Dalam Rangka Optimalisasi Almatsus Dalmas Guna Tangani Unras Berpotensi Konflik Demi Harkamtibmas

oleh -36 views
oleh

JAMBI – Kepala Kepolisian Resor Kota (Kapolresta) Jambi, Kombes Pol. Boy Sutan Binanga Siregar, S.I.K.,M.H. menyambut hangat kedatangan tim peneliti dari Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Polri dalam rangka kunjungan kerja di Mapolresta Jambi, Kamis (04/06/2026).

Kegiatan ini dilaksanakan untuk meninjau dan mengevaluasi penggunaan Alat Materil Khusus Pengendalian Massa (Almatsus Dalmas) guna mendukung penanganan unjuk rasa yang berpotensi menimbulkan konflik, sekaligus memperkuat upaya mewujudkan keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas) di wilayah hukum Kota Jambi.

Dalam sambutannya, Kapolresta Jambi, Kombes Pol. Boy Sutan Binanga Siregar, S.I.K.,M.H. menyampaikan apresiasi yang tinggi atas perhatian dan dukungan yang diberikan oleh Puslitbang Polri.

Menurutnya, kunjungan penelitian ini memiliki nilai strategis yang besar mengingat dinamika sosial dan kemasyarakatan yang terus berkembang, sehingga membutuhkan kesiapan aparat yang semakin profesional dan didukung sarana prasarana yang memadai.

“ Kami sangat menyambut baik kehadiran tim peneliti ini. Penanganan unjuk rasa atau unras membutuhkan keseimbangan antara menjamin hak konstitusional warga negara untuk menyampaikan pendapat di muka umum, sekaligus mencegah terjadinya eskalasi yang dapat mengganggu ketertiban umum. Di sinilah peran penting Almatsus Dalmas yang tepat guna, terstandar, dan dioperasikan sesuai prosedur ,” ujar Kapolresta Jambi.

Sementara itu, Ketua Tim Peneliti Puslitbang Polri, yang juga Peneliti Ilmu Kepolisian Madya TK. 1 Puslitbang Polri, Kombes Pol. Ady Savart Panataran, S.H.,S.I.K. di Dampingi Kasubbid Pal Bidrikwastu, AKBP Septi Astuti, S.T.,M.A. dan Pamin Subbagren Setpuslitbang Polri, Penata Linda Ningsih, N, S.E. menjelaskan bahwa tujuan utama penelitian tahun 2026 ini adalah untuk mengumpulkan data lapangan secara langsung mengenai efektivitas, kebutuhan, dan tantangan yang dihadapi dalam penggunaan Alat Material khusus pengendalian massa di tingkat daerah. Hasil penelitian nantinya akan menjadi dasar penyusunan kebijakan, standarisasi, hingga pengembangan jenis alat yang lebih manusiawi, aman, dan efektif.

“ Kami datang untuk melihat langsung kondisi di lapangan, mendengar masukan dari jajaran Polresta Jambi, serta mempelajari pengalaman dalam menangani berbagai situasi unjuk rasa. Fokus utamanya adalah bagaimana mengoptimalkan Almatsus Dalmas agar tidak hanya berfungsi sebagai alat pengamanan, tetapi juga dapat meminimalkan risiko terjadinya korban baik dari pihak aparat maupun masyarakat ,” jelas Ketua Tim.

Selain melakukan pertemuan dan diskusi dengan pimpinan serta personel satuan pengendalian massa, tim peneliti juga melakukan pengecekan terhadap kondisi inventaris Almatsus yang dimiliki Polresta Jambi, meninjau fasilitas penyimpanan, serta mengamati simulasi singkat penggunaan alat tersebut sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku.

Turut dijelaskan pula, Bahwa Alat Material Khusus (Almatsus) Dalmas dirancang khusus untuk mendukung pengendalian massa secara bertahap, dengan fokus pada pendekatan preemtif, preventif, persuasif, dan humanis. Dilengkapi dengan peralatan seperti helm, tameng, tongkat, body protector, kendaraan taktis (seperti AWC, APC, dan security barrier), senjata non-mematikan (seperti gas air mata dan megaphone), serta peralatan pendukung (seperti kamera perekam dan APAR portable).

” Almatsus ini memastikan keamanan personel Dalmas serta menjaga Hak Asasi Manusia dan ketertiban masyarakat selama unjuk rasa. Dengan desain ergonomis dan adaptif terhadap dinamika aksi massa modern, peralatan ini menjadi instrumen vital dalam memelihara Harkamtibmas sebagai simbol profesionalisme Polri “, terang Kombes Pol. Ady Savart Panataran, S.H.,S.I.K.

Namun, sejumlah permasalahan masih dihadapi dalam pengoperasian Almatsus ini, di antaranya:

1. Keterbatasan Jumlah Peralatan.

2. Kondisi Peralatan yang Tidak Optimal atau Rusak.

3. Ketidaksesuaian dengan Kebutuhan Lapangan dan Eskalasi Situasi.

4. Kurangnya Pemeliharaan dan Harwat Rutin.

5. Kurangnya Pelatihan Personel dalam Penggunaan.

6. Ketidakadaptifan terhadap Perubahan Karakteristik Unjuk Rasa.

7. Potensi Pelanggaran HAM jika Tidak Sesuai Standar.

” Untuk menjawab berbagai tantangan operasional, Puslitbang Polri melaksanakan penelitian berjudul “Optimalisasi Almatsus Dalmas Guna Penanganan Unjuk Rasa Berpotensi Konflik Dalam Rangka Mewujudkan Harkamtibmas”. Tujuannya adalah mengevaluasi dan mengoptimalisasi Almatsus Dalmas di tingkat pusat dan kewilayahan guna mendukung penanganan unjuk rasa secara efektif, humanis, dan aman “, pungkasnya.

Selanjutnya, Kombes Pol. Ady Savart Panataran juga menerangkan. Bahwa Puslitbang Polri juga melaksanakan penelitian tentang. “Peran Polri Dalam Mendukung Program Ketahanan Pangan Guna Mewujudkan Swasembada Pangan”.

” Program Ketahanan Pangan Polri merupakan inisiatif strategis Polri dalam mendukung Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029, khususnya dalam memperkuat produksi dan distribusi jagung sebagai komoditas pangan utama “, sampainya.

Polri menjalankan program ini melalui empat kegiatan utama:

1. Pemanfaatan pekarangan bergizi (budidaya ikan pekarangan & peternakan ayam).

2. Optimalisasi lahan produktif untuk tanaman jagung.

3. Pengawasan distribusi pangan.

4. Rekrutmen dan penempatan Bintara Kompetensi Khusus (Bakomsus) Pertanian.

” Peran Polri tidak lagi hanya pengamanan, melainkan fasilitasi, koordinasi lintas sektor, pendampingan petani, serta menjamin stabilitas wilayah produksi dan distribusi jagung agar swasembada pangan dapat terwujud “, pungkas Kombes Pol. Ady Savart

Melalui pendekatan secara kuantitatif dan kualitatif, tim peneliti Puslitbang Polri melakukan pengumpulan data melalui pengisian kuesioner secara online kepada responden Internal Polri yang menggunakan Almatsus Dalmas diiringi dengan wawancara mendalam (Indepth Interview) kepada informan yang pernah menggunakan peralatan tersebut.

” Diharapkan, hasil dari kunjungan kerja dan penelitian ini dapat memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas pelayanan kepolisian, khususnya dalam menangani peristiwa unjuk rasa. Dengan dukungan alat materi yang optimal dan aparat yang terlatih, diharapkan setiap penyampaian aspirasi masyarakat dapat berjalan aman, tertib, dan damai, sehingga tercipta situasi Harkamtibmas yang kondusif untuk mendukung pembangunan daerah “, tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.