KALBAR – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Bengkayang tidak hanya dilakukan dengan pemadaman, tetapi juga melalui langkah pencegahan sekaligus perlindungan terhadap masyarakat terdampak.
Hal tersebut di tunjukkan Kapolres Bengkayang AKBP Syahrul Awab, S.Sos., S.I.K., bersama Tim Satgas Karhutla Kecamatan Sungai Betung yang turun langsung mengunjungi masyarakat di wilayah hukum Polsek Sungai Betung, Selasa (01/09/2026) sore.
Kegiatan dikemas secara terpadu. Selain menyampaikan edukasi pencegahan Karhutla, petugas juga membagikan masker, menyalurkan bantuan sosial hingga memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang terdampak kabut asap.
Langkah tersebut dilakukan menyusul kondisi sebagian wilayah Kecamatan Sungai Betung yang masih rawan Karhutla seiring memasuki musim kemarau dan aktivitas masyarakat membuka lahan untuk berladang maupun berkebun.
Kapolres bersama personel terlebih dahulu membagikan masker kepada masyarakat di sepanjang Jalan Raya Sungai Betung serta menyambangi sejumlah rumah warga. Masker diberikan sebagai perlindungan untuk mengurangi paparan asap dan partikel akibat Karhutla.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyaluran bantuan sosial berupa beras kepada warga yang membutuhkan dan masyarakat yang terdampak Karhutla. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan warga di tengah situasi yang dihadapi.
Tak berhenti pada bantuan sosial, tenaga medis dari Puskesmas Sungai Betung turut memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat terdampak. Pemeriksaan dilakukan sekaligus dengan pemberian obat-obatan dan edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan ketika kualitas udara menurun akibat kabut asap.
Perhatian khusus diberikan kepada dua warga, yakni Duge dan Kundel Jarot, warga Dusun Kawan, Desa Suka Maju, Kecamatan Sungai Betung, yang mengalami gangguan kesehatan berupa ISPA. Keduanya mendapatkan pemeriksaan kesehatan serta bantuan berupa beras dan susu.
Sementara itu, kegiatan serupa juga dilaksanakan di Kecamatan Lumar. Wakapolres Bengkayang Kompol Suparwoto, S.I.P., bersama para Pejabat Utama (PJU) Polres Bengkayang turun langsung memberikan perhatian kepada masyarakat dalam rangka pencegahan dan penanganan dampak Karhutla.
Di sejumlah lokasi, personel juga memasang pamflet imbauan Karhutla di tempat umum dan lokasi yang menjadi titik berkumpul masyarakat. Warga diingatkan agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membuang puntung rokok sembarangan serta segera melaporkan apabila menemukan asap atau titik api.
Masyarakat juga diberikan pemahaman mengenai dampak Karhutla terhadap lingkungan, kesehatan dan perekonomian.
Kapolres Bengkayang menegaskan bahwa upaya pencegahan Karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
“Pencegahan Karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat. Kami mengajak masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan, tidak membuka lahan dengan cara membakar dan segera melaporkan apabila menemukan potensi kebakaran,” ujar Kapolres.
Menurutnya, perlindungan terhadap masyarakat juga menjadi bagian penting dalam penanganan Karhutla, khususnya ketika kabut asap mulai berdampak terhadap kesehatan.
“Selain mencegah kebakaran, kami juga memastikan masyarakat yang terdampak mendapatkan perhatian, baik melalui bantuan sosial, pemeriksaan kesehatan maupun pembagian masker,” tambahnya.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembagian masker di depan Mapolres Bengkayang kepada masyarakat dan para pengguna jalan oleh Kapolres Bengkayang bersama Dojo Taring Kurama binaan Polres Bengkayang.
Melalui kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa menghadapi Karhutla tidak cukup hanya dengan memadamkan api. Pencegahan, kepedulian sosial dan perlindungan kesehatan masyarakat harus berjalan beriringan.
Polres Bengkayang pun terus mengajak masyarakat, pemerintah daerah, TNI, stakeholder terkait dan seluruh elemen untuk bersama-sama mencegah Karhutla demi menjaga lingkungan dan kesehatan masyarakat.






