Kasat Intelkam Polres Ngada Jadi Pemateri di STKIP Citra Bakti, Sampaikan Wawasan Kebangsaan serta Bahaya Terorisme, Radikalisme dan Anti-Pancasila

oleh -2 Dilihat
oleh

NGADA – Dalam upaya memperkuat ketahanan nasional dan menanamkan nilai-nilai cinta tanah air di kalangan generasi muda, Kapolres Ngada, AKBP Dr. Gede Harimbawa, S.E.,S.H.,M.H.,M.I.Kom, melalui Kasat Intelkam, Iptu Thomas Aquino Mere, S.A.P. bersama personel Sat Binmas Polres Ngada hadir sebagai pemateri utama dalam kegiatan penyuluhan dan pembekalan wawasan kebangsaan yang digelar di STKIP Citra Bakti, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, pada, Selasa (08/09/2026). Kegiatan tersebut diikuti oleh ratusan peserta PKKMB STKIP Citra Bakti serta panitia, jajaran dosen dan pimpinan kampus.

Dalam sambutannya, Kasat Intelkam Polres Ngada, Iptu Thomas Aquino Mere, S.A.P. menyampaikan bahwa pemahaman tentang kebangsaan, ideologi negara, serta ancaman yang dihadapi bangsa sangat penting dimiliki oleh setiap mahasiswa guna membentuk karakter generasi penerus bangsa.

Selain itu, Iptu Thomas Aquino Mere juga menuturkan bahwa wawasan kebangsaan adalah cara pandang bangsa Indonesia tentang diri dan lingkungannya yang didasarkan pada falsafah negara, yaitu Pancasila.

” Sebagai warga negara yang baik, kita harus memahami bahwa Indonesia adalah negara yang majemuk – berbeda Suku, Agama, RAS dan Budaya, namun tetap satu dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Keberagaman ini bukan alasan untuk perpecahan, melainkan kekayaan dan kekuatan yang harus kita jaga bersama ,” ujar Kasat Intelkam.

Lebih lanjut, iya menekankan bahwa setiap Mahasiswa memiliki peran strategis dalam menjaga keutuhan negara. Mahasiswa bukan hanya pencari ilmu, tetapi juga pelopor perubahan, pengawal demokrasi, dan benteng pertahanan ideologi negara.

Pada sesi berikutnya, Kasat Intelkam, Iptu Thomas Aquino Mere mengupas secara mendalam tentang bahaya Radikalisme dan Terorisme yang saat ini masih menjadi tantangan serius bagi bangsa Indonesia. Dirinya menjelaskan bahwa Radikalisme bukanlah hal yang muncul tiba-tiba, melainkan tumbuh dari pemahaman yang sempit, fanatisme berlebihan, serta ketidaktahuan terhadap nilai-nilai kebenaran.

” Saat ini, modus penyebaran paham Radikal terus berkembang, termasuk melalui Media sosial, kelompok diskusi, hingga pendekatan personal kepada mahasiswa dan pemuda. Mereka menawarkan pemahaman yang terkesan benar, namun sebenarnya membelokkan dari ajaran Agama dan nilai-nilai kemanusiaan ,” tegasnya.

Tidak cuma itu, Pama Polri Dua balok di pundak itu, mengingatkan bahwa Terorisme adalah tindakan yang melanggar hukum, bertentangan dengan nilai Agama apa pun, serta merugikan banyak pihak – baik korban, pelaku, maupun bangsa secara keseluruhan. Tidak ada alasan apa pun yang dapat membenarkan tindakan kekerasan dan pembunuhan terhadap orang lain.

Di bagian terakhir materi, Kasat Intelkam secara tegas mengingatkan seluruh mahasiswa untuk menolak segala bentuk paham Anti-Pancasila. Iya menjelaskan bahwa Pancasila bukan sekadar simbol negara, melainkan pondasi dan pedoman hidup berbangsa dan bernegara yang telah disepakati oleh para pendahulu bangsa.

” Siapa pun yang meremehkan, merendahkan, atau bahkan ingin mengganti Pancasila dengan ideologi lain, sejatinya sedang berupaya meruntuhkan rumah tempat kita semua tinggal. Pancasila adalah harga mati, NKRI tidak bisa ditawar ,” ucapnya dengan tegas.

Selanjutnya, Kasat Intelkam juga mengajak mahasiswa untuk menjadi agen penyebar nilai-nilai Pancasila di lingkungan masing-masing, baik di kampus, di masyarakat, maupun di media sosial. Jadilah mahasiswa yang kritis, cerdas, dan bijak dalam menerima informasi, serta mampu memilah mana yang benar dan mana yang berbahaya bagi persatuan bangsa.

Pelaksanaan kegiatan berlangsung sangat interaktif, di mana banyak mahasiswa mengajukan pertanyaan terkait cara mengenali paham radikal, bagaimana menolak ajakan yang merugikan, serta peran mahasiswa dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. dan Kasat Intelkam menjawab satu per satu dengan bahasa yang mudah dipahami, serta memberikan motivasi agar mahasiswa tetap semangat belajar dan berkarya demi kemajuan bangsa.

Pihak STKIP Citra Bakti mengucapkan terima kasih kepada Polres Ngada, khususnya Kasat Intelkam, atas ilmu dan wawasan yang sangat bermanfaat. Diharapkan kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkala, agar kesadaran kebangsaan terus tumbuh dan mengakar kuat di hati para mahasiswa.

Menutup kegiatan, Kasat Intelkam Polres Ngada turut berpesan. ” Jadilah generasi yang tidak hanya pintar secara akademik, tetapi juga kuat dalam iman, cinta pada tanah air, dan siap menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. dan kami Polri selalu hadir untuk melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat, termasuk saudara-saudara mahasiswa sekalian .” Tutup Iptu Thomas Aquino Mere (hy/af/man).

Untuk diketahui, disela sela kegiatan tersebut, Kasat Intelkam Polres Ngada, Iptu Thomas Aquino Mere, juga memberikan bantuan sosial, berupa Sembako dan Pakaian kepada para peserta PKKMB yang terdampak bencana alam pasca Gempa Bumi di Flores, pada tanggal 15 Agustus 2026 lalu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.